Saya suka menganalogikan seorang
trader dengan seorang ahli bela diri. Setiap ahli bela diri sangat paham
bagaimana rasanya digembleng secara mental, fisik dan emosi.
Entah itu dari latihan yang
berat yang hampir membuat putus asa, kalah dalam pertandingan atau gagal masuk
seleksi tim kompetisi.
Seorang praktisi bela diri
harus mampu melewati semua tantangan itu dalam perjalanannya menjadi seorang
ahli bela diri.
Memang tidak mudah.
Kemampuan untuk terus melanjutkan proses meskipun di saat-saat terberat memang
sangat bergantung pada kekuatan mental seseorang yang hanya bisa diperoleh
melalui latihan dan kerja keras bertahun-tahun.
Demikian pula trader yang
berpengalaman, mereka tahu persis bagaimana rasanya menghadapi setiap risiko
dan mencoba untuk bangkit setiap saat mereka jatuh.
Tidak
ada trader yang tiba-tiba muncul sebagai seorang ahli trading tanpa pernah
melalui proses belajar, berlatih dan – tentu saja – bergelut dengan kondisi
pasar yang kerap tak menentu dan stressful.
Kali ini saya akan mengajak
Anda untuk mencoba melihat, kebiasaan apa saja yang bisa kita tiru dari seorang
ahli bela diri untuk bisa menjadi trader yang tangguh.
1. Mampu
untuk bertahan
Menyerah bukanlah sebuah
pilihan. Tak peduli betapa melelahkannya, betapa menyakitkannya proses yang
dijalani, tidak boleh menjadi penghalang antara Anda dan tujuan Anda.
Jika suatu saat Anda merasa
akan menyerah, coba pikirkan,
"Seberapa besar
keinginan saya untuk berhasil? Apakah saya nanti akan menyesal jika saya
berhenti sekarang?"
Kalaupuan Anda tak mampu
menjawabnya, jangan menyerah. Anda sudah hampir mencapai tujuan Anda.
2. Berkeinginan
untuk mau berubah
Tentu saja yang dimaksud di
sini adalah berubah untuk menjadi lebih baik. Semakin kuat mental seseorang,
sebenarnya akan semakin mudah mereka untuk beradaptasi.
Mempelajari teknik baru dan
menyempurnakan teknik yang telah dikuasai merupakan hal penting untuk tetap
bisa bergerak maju.
Mereka yang keras kepala dan
ragu untuk mempelajari hal-hal baru akan tertinggal.
Tetapi perlu diingat,
semangat mempelajari hal-hal baru bukan berarti Anda secara membabi-buta
mempercayai setiap informasi yang Anda terima.
Pastikan bahwa hal-hal baru
yang Anda pelajari itu datang dari sumber yang kompeten, yang luas
pengetahuannya dan memiliki jejak rekam yang baik di bidangnya.
Dalam
hal trading forex ini, tidak bisa dipungkiri bahwa jam terbang sangat
mempengaruhi kompetensi seseorang.
Mengapa?
Karena pengalaman yang
membentuknya.
3. Mampu
untuk mengendalikan diri
Salah satu ajaran bela diri
berbunyi sanggup menguasai diri.
Dalam kehidupan
sehari-hari, mereka tidak akan mudah terpancing untuk melayani tantangan
seorang berandalan, sebab mereka sadar dengan kemampuan yang mereka miliki,
berkelahi dengan seorang berandalan justru bisa berakibat fatal bagi si
berandal tersebut.
Ketika dalam pertandingan,
mereka tahu persis apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.
Dengan mengetahui apa yang
tidak boleh mereka lakukan, mereka tidak akan membuang-buang waktu untuk itu.
Mereka hanya akan fokus
pada peluang mana yang benar-benar bisa mereka menangkan, bukannya memaksakan
diri melakukan semua serangan tanpa perhitungan.
Sebagai trader forex,
kendalikan emosi Anda. Jangan mudah terpancing untuk melakukan aksi kecuali
jika Anda benar-benar yakin peluang untuk berhasil cukup besar.
4. Berani
mengambil risiko
Sekilas mungkin
bertentangan dengan poin nomor 3 di atas, tetapi sebenarnya tidak.
Mengambil risiko pun tentu
dengan perhitungan yang matang. Tanpa perhitungan yang matang, akan konyol
akibatnya.
Sematang apa pun strategi
pertandingan yang sudah dilatih, akan percuma jika sang ahli bela diri tidak
berani membuat serangan.
Demikian juga dalam
trading. Secanggih apa pun strategi trading Anda, akan percuma jika Anda tak
berani membuka transaksi berdasarkan strategi tersebut.
5.
Kemampuan untuk move on
Tidak setiap pertandingan
bisa dimenangkan, pasti ada waktunya mengecap kekalahan.
Banyak orang yang suka
larut dalam masa lalu dan menyesali kejadian yang telah lampau, berharap
seandainya mereka mengambil langkah yang berbeda saat itu.
Daripada larut dalam
lamunan masa lalu, mengapa Anda tidak memfokuskan pikiran untuk masa depan?
Mengakui bahwa telah
melakukan kesalahan di masa lalu itu penting, tetapi lebih penting lagi jika
Anda mengambil pelajaran dari situ dan bersiap untuk menyongsong masa depan.
6.
Mampu belajar dari kesalahan
Ini berkaitan dengan poin
nomor 5 di atas, tetapi move on dan belajar dari kesalahan itu adalah dua hal
yang berbeda.
Setelah
mengakui bahwa Anda telah melakukan kesalahan, Anda harus bisa memperbaiki
kesalahan yang telah dilakukan itu.
Sayangnya, untuk bisa
belajar dari kesalahan, Anda memang harus mampu betul-betul move on dulu.
7.
Percaya diri
Salah satu output dari
mempelajari bela diri adalah meningkatnya kepercayaan diri.
Tidak mungkin – setidaknya
kecil peluangnya – seorang atlet bela diri bisa memenangkan sebuah pertandingan
jika ia tidak percaya diri.
Kepercayaan diri ini bisa
didapat dari latihan rutin – dan tentu saja serius – selama bertahun-tahun.
Jika seorang trader sudah
berlatih dengan waktu yang cukup sehingga mendapat pengalaman trading yang
cukup, kepercayaan dirinya akan terbentuk.
Tidak ada alasan untuk
tidak mengambil peluang karena pengalaman mendukungnya untuk mengambil keputusan
tersebut.
8.
Mampu bersabar
Semakin lama Anda belajar
bela diri, Anda akan semakin menyadari bahwa kesabaran adalah kunci. Tidak ada
hasil yang instan.
Semua membutuhkan waktu dan
proses seperti pengulangan-pengulangan gerak dan jurus secara rutin, berjam-jam
latihan, serta latih tanding.
Anda tidak akan berhenti
berlatih hingga Anda bisa melakukannya dengan benar. Bahkan setelah itu pun
Anda tak boleh berhenti berlatih.
Trading forex pun demikian.
Seperti yang sudah disinggung di awal, tidak ada trader yang menjadi legend
hanya dalam waktu semalam. Semua butuh proses.
Selamat berlatih.
Kita
akan bertemu di gelanggang pertandingan dan saya harap Anda akan menjadi juara.
