Apa Kesalahan Utama Dalam Berdagang valas atau Trading Forex?



  
untuk menjadi trader  yang berhasil tidaklah mudah hal ini jarang  diraih dalam waktu singkat dan langsung. Sering kali seorang trader akan menghadapi hal yang buruk dalam trading dan itu akan menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk seorang trader yang menginginkan kesukseskan untuk masa yang akan datang.
Sebagian besar seorang trader akan mengalami hal yang paling menyakitkan dalam tradingnya. Misalnya terjadi MC yaitu modalnya habis hanya menyisahkan nol koma sekian dollar saja. walaupun demikian tidak berarti bahwa untuk menjadi seorang trader yang sukses dan berhasil harus mengalami hal-hall yang sangat menyakitkan dahulu, tapi yang lebih penting kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah lalu.
Jadi permasalahan yang dihadapi oleh setiap trader saat ini sebenarnya tidak jauh beda dengan masalah yang dihadapi oleh seorang trader di masa lalu Penyebabnya cukuplah sederhana yaitu kita sebagai manusia yang mempunyai emosi. Yang membedakan hanyalah emosi yang kita miliki bisa menjadi penghambat untuk kita membuat keputusan yang tepat saat melakukan tindakan open posisi apakah SELL ataukah BUY di pasar valas atau forex.
Baca Juga Strategi Forex
Kesalahan Terbesar
mengapa trading yang kita lakukan selalu salah dan loss lah yang selalu kita dapatkan bukannya profit yang selalu menjadi impian setiap trader, oleh karena itu marilah kita jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1.   Apakah anda mempunyai trading plan atau rencana-rencana dalam trading ?
2.   Jika punya apakah anda melanggar atau sering melanggar trading plan yang sudah anda buat?
3.   Apakah anda membiarkan saja harga bergerak tidak searah dengan posisi anda dan anda biarkan begitu saja tanpa ada antisipasi?
4.   Apakah anda menetapkan batasan kerugian anda atau dalam istilah trading Stop Los (SL)?
5.   Apakah anda tahu kapan saatnya menutup open posisi ?
Jika jawaban nomor satu “Tidak”, maka anda sudah melakukan kesalahan pertama; jika jawaban nomor dua “Ya” maka anda sudah melakukan kesalahan kedua; jika jawaban nomor tiga “Ya” maka anda sudah melakukan kesalahan ketiga, jika jawaban nomor empat “Tidak” maka anda sudah melakukan kesalahan keempat; jika jawaban nomor lima “Tidak” maka anda melakukan kesalahan kelima.
Semua pertanyaan di atas pada akhirnya akan menjadi alasan utama yang sering dilakukan oleh para trader. Ketika Anda merasa belum melakukan kesalahan dari kelima pertanyaan di atas, masih ada satu alasan mengapa kami terus mengalami kerugian total. Kesalahan utama yang kita buat adalah kita tidak memahami konsep risk reward rasio.
Nah ... disinilah kodrat manusia didorong oleh emosi untuk selalu untung dan membuat keputusan yang salah. Ini berarti, walaupun kita sering mendapat untung dibandingkan dengan jumlah transaksi yang kita hilangkan, mengapa modal kita masih saja menurun?
Seperti saya katakan diatas tadi, sifat dasar manusia itu selalu ingin profit, seperti gambar diatas kalau kita lihat percentase jumlah trading yang profit (batang warna biru) lebih besar dibandingkan jumlah trading yang loss (batang warna merah) hampir di semua mata uang. Lalu pertanyaan yang muncul bukankah itu berarti bagus dan kita merasa senang, benar bukan ?
Tetapi sayangnya dari kebanyakan trader itu  mengalami persentase yang profit lebih besar dari yang loss belum menjamin secara keseluruhan kita akan profit atau modal kita bertambah. Kok bisa seperti itu ?
Hal ini karena faktor risk and reward rasio, risk reward rasio yaitu perbandingan antara seberapa besar kerugian dengan keuntungan yang ingin kita peroleh. Sekarang cobalah renungkan dengan sepenuh hati. Ketika Anda berdagang dan harga tidak bergerak ke arah yang Anda ambil, apakah Anda akan memegang posisi yang salah ini dengan harapan harga akan turun? Ini sangat serakah, bukankah kita harus takut?
Atau jika kasusnya dibalik : yaitu saat posisi yang Anda ambil benar dan harga bergerak searah dengan posisi yang kita ambil tadi, apakah Anda akan segera menutup posisi tersebut karena takut harga akan berbalik arah kembali?
Intinya kebiasaan yang sering kita lakukan saat floating minus akan kita tahan tapi saat floating profit kita buru-buru menutup posisi tersebut, benar bukan?
Kembali lagi ke konsep risk reward rasio. Untuk lebih memahami tentang risk and reward perhatikan ilustrasi dibawah ini :
·         Seorang Trader Andi dari 10 kali transaksi 7 transaksi profit dan 3 transaksi loss, kalau kita perhatikan sekilas si Andi tersebut keren bukan. Tapi Andi tersebut menetapkan risk reward rasionya sebesar 5 : 1, misalnya target profitnya hanya 10 pip maka batasan kerugiannya 50 pip.
Maka Andi profit sebesar 70 pip (7 x 10 pip) sementara loss yang dialami – 150 pip (3 x 50 pip), jadi secara total Andi tersebut masih loss 80 pip (70 pip – 150 pip).
·         Seorang trader Budi dari 10 kali transaksi 4 kali profit sementara 6 kali loss, kalau kita perhatikan sekilas si Budi ini lebih jelek dari Andi bukan. Tapi Budi  menetapkan risk and reward rasio dibalik yaitu 1 : 5, jadi misalnya target profitnya 50 pip maka batasan resikonya hanya 10 pip.
Maka Budi profit sebesar 200 pip (4 x 50 pip) sementara loss yang dialami hanya minus 60 (6 x 10 pip), jadi secara keseluruhan Budi masih profit 140 pip (200 pip – 60 pip).
Sebenarnya, esensi dari perdagangan bukanlah berapa kali kita menang, tetapi yang lebih penting, berapa banyak keuntungan yang kita dapatkan ketika posisi kita benar dan berapa banyak kerugian yang kita hadapi ketika posisi kita salah. Berlatih menggunakan akun demo